Amung us

Loading
News Update :

Mengenal Susuk Pemikat

Jumat, 25 Januari 2013


Mengenal Susuk Pemikat
Susuk Sebagai Alat Pemikat Yang cukup dikenal di kalangan masyarakat adalah pemasangan susuk. Bagi sebagian orang, susuk dipercaya dapat membuat aura tubuh menjadi bersinar dan bisa mendatangkan keuntungan.
Di zaman yang serba modern seperti sekarang, dunia supranatural kenyataannya juga ikut berkembang. Bahkan, masih banyak orang yang mengikatkan diri ke dalam dunia penuh misteri itu. Termasuk mereka yang percaya pada kekuatan susuk.Susuk, pada umumnya merujuk pada benda – benda tertentu yang dimasukkan ke dalam bagian tubuh. Tujuannya macam – macam.
Pada intinya, susuk merupakan media yang dipercaya bisa memuluskan keinginan dari penggunanya, seperti bertambah cantik, semakin dikasihi, atau bertambah berani. Kehadiran susuk sebagai yang dipercaya mendatangkan aneka kelebihan, tentu saja mengundang sejumlah kontroversi.
Banyak ulama serta pemuka agama bahkan mengharamkannya, karena melibatkan golongan gaib dari kelompok setan ke dalam tubuh. Penggunaan susuk juga bisa beresiko mempengaruhi seseorang lebih percaya pada materi tertentu dibandingkan kepada sang pencipta. Hal ini juga yang membuat banyak orang yang tidak mau bersentuhan dengan penggunaan susuk. Apalagi pemasangannya sangat kental bernuansa magis.
Di sisi lain,ada pula yang menganggap penggunaan susuk wajar saja. Tentu saja, beragam resiko, khususnya berkaitan dengan aturan agama, harus ditanggung sendiri oleh sang pengguna susuk. Penggunaan susuk sebagai semacam perantara untuk memuluskan keinginan manusia, memang cukup sulit dibuktikan dengan logika. Apalagi bila penggunaan susuk dibarengi sejumlah prasyarat, seperti berpantang makanan tertentu atau tidak boleh lewat ke tempat tertentu.
Iming – iming khasiat yang jitu bagi pengguna susuk, membuat susuk dianggap cara yang efektif sebagai cara untuk memuluskan harapan. Apalagi, kepercayaan diri kaum hawa yang kebanyakan terletak pada fisik belaka. Ini membuat susuk semakin laris manis.
Para pemasang susuk pun mengaku kebanyakan didatangi perempuan, meski ada pula kaum lelaki yang percaya pada kekuatan gaib satu ini. Mereka berasal dari kalangan artis, model, hingga pejabat. Bahkan, kaum pekerja seks juga banyak yang percaya pada khasiat susuk sebagai pemikat.
Secara logika,sulit untuk menggambarkan bagaimana benda kecil yang dimasukkan ke dalam tubuh itu punya khasiat yang begitu besar. Namun, mereka yang menggunakan susuk, toh.. Tetap teguh pada keyakinannya, khususnya kaum penjaja cinta yang mengandalkan fisik sebagai pemikat.
Meski pemakaian susuk mengundang kontroversial, khususnya dari sudut pandang agama, tetapi hal yang satu ini masih tetap banyak digunakan, terutama oleh kaum hawa. Selain ingin terlihat cantik berseri, ada pula yang menggunakan susuk untuk pemikat. Susuk sebagai pemikat, cukup populer di kalangan pekerja seks. Mereka merasa tambah percaya diri dalam menggaet pelanggannya, meskipun diharuskan mematuhi aneka pantangan.
Kaum pekerja seks merupakan pasar potensial terkait pemasangan susuk. Alasannya cukup sederhana dan terkesan jangka pendek. Yaitu, untuk memikat kaum hidung belang dengan mudah. Kelompok pekerja seks komersial yang satu ini bahkan tidak ragu menambah jumlah susuk yang dipasangkan ke bagian tubuhnya, termasuk ke area paling pribadi sekalipun.
Kelompok pekerja seks menganggap pemasangan susuk lebih ekonomis, kendati biaya pemasangan setiap susuk rata – rata lebih dari 300 ribu rupiah. Alasannya, susuk lebih praktis dan lebih berkhasiat dibandingkan bila mempercantik diri lewat salon – salon kecantikan.
Kaum pekerja seks merupakan pasar potensial terkait pemasangan susuk. Alasannya cukup sederhana dan terkesan jangka pendek. Yaitu, untuk memikat kaum hidung belang dengan mudah. Kelompok pekerja seks komersial yang satu ini bahkan tidak ragu menambah jumlah susuk yang dipasangkan ke bagian tubuhnya, termasuk ke area paling pribadi sekalipun.
Kelompok pekerja seks menganggap pemasangan susuk lebih ekonomis, kendati biaya pemasangan setiap susuk rata – rata lebih dari 300 ribu rupiah. Alasannya, susuk lebih praktis dan lebih berkhasiat dibandingkan bila mempercantik diri lewat salon – salon kecantikan.
Susuk, pada dasarnya semakin memicu rasa percaya diri di kalangan penjaja cinta. Mendapatkan uang dengan segala cara membuat mereka lupa bahwa pada dasarnya setiap manusia punya daya tarik sendiri yang khas dan berbeda dengan orang lain.Sehingga, bisa jadi, para lelaki yang terpikat oleh daya tarik pekerja seks bukanlah karena memakai susuk. Tetapi justru karena sikap para pekerja seks itu semakin mengundang para penikmat kesenangan sesaat yang semu. Lalu, bagaimana mendapatkan susuk itu ?? Bagaimana memasangkannya ?
Banyak cara yang dilakukan orang untuk mendapat susuk. Selain mendatangi paranormal yang sudah dikenal luas dari mulut ke mulut, di jaman sekarang ini sudah banyak pula yang memasang iklan di media massa terkait pemasangan susuk. Sehingga, orang yang masih percaya akan kekuatan mistik, bisa memanfaatkannya dengan relatif mudah. Kelompok pemburu susuk, memang rela menempuh segala cara untuk mencari orang – orang ahli memasangkan susuk.
Iklan mengenai pemasangan susuk menjadi salah satu cara untuk bisa berhubungan dengan para pemasang susuk.
Bukan dengan menghubungi via telepon saja, pemburu susuk juga rela menempuh perjalanan yang relatif jauh hanya untuk mendapatkan materi yang dia inginkan, termasuk ke daerah pedesaan. Tentu saja, buat pemburu susuk, pengorbanan itu tidak sia – sia.
Di kawasan pedesaan seperti yang kami telusuri di sebuah desa di daerah Cianjur, Jawa Barat, sosok pemasang susuk tampak berbeda dengan kelompok paranormal. Pemasang susuk ini hadir dengan sosok yang agamis, kendati ritual yang digunakan untuk pemasangan susuk masih lekat dengan dunia mistis.
Di sisi lain, paranormal tampaknya terus mengembangkan ilmu mistik terkait pemasangan susuk ini. Misalnya saja, semakin menghilangkan pantangan yang biasa ditetapkan bagi para pengguna susuk.
Selain itu, susuk tidak lagi hanya berupa penanaman materi tertentu seperti dari unsur logam, bahan galian atau organic, tetapi berupa transfer energi positif.
Persaingan di kalangan penggelut dunia supranatural memang semakin ketat pula. Sehingga, mereka pun berlomba menghadirkan aneka penemuan terbaru tentang hal – hal yang berbau mistis tersebut.
Tentu saja, sulit menentukan yang paling handal dan paling akurat. Semuanya memang diliputi misteri yang sulit diterima oleh logika umumnya, apalagi jika disandingkan dengan ajaran agama.
Terlebih banyak pemilik susuk justru terjerumus pada kehidupan yang tidak menentu, seperti kurang menghormati ikatan percintaan dan memudahkan kimpoi cerai, karena beranggapan cinta begitu mudahnya untuk diraih.
Percaya atau tidak pada kekuatan gaib itu. Yang terpenting, sebaiknya hal itu tidak disalahgunakan untuk hal – hal yang merugikan.
sumber : metro gaib
ilmu susuk
Susuk memang controversial, sebetulnya apa dan bagaimana susuk itu
sesungguhnya. Perbuatan susuk ialah memasukkan sesuatu bahan kedalam badan untuk mendapatkan sesuatu kelebihan dan menutupi kekurangan. Pelbagai jenis bahan bisa digunakan, bergantung kepada apakah keinginan pengguna. Pemakai susuk biasanya mempunyai beberapa pantangan seperti tidak boleh …memakan beberapa bahan tertentu seperti pisang tanduk, pisang emas, tidak boleh melintas di bawah tali jemuran dan lain-lain, bergantung kepada jenis susuk yang dipakainya.
Terdapat pelbagai jenis susuk yang umum digunakan:-
o Susuk Emas
o Susuk Perak
o Susuk Besi /baja
o Susuk Raksa
o Susuk Berlian
o Susuk intan
o Susuk mutiara
o Susuk gotri/pelor
o Susuk gabah ketan/beras
o Susuk galih kayu
o Susuk dari bagian tertentu hewan
o Dll, sebagai inovasi dan penemuan/penciptaan kreasi baru.
Manfaat
- Pemakai susuk percaya bahwa susuk itu akan membantu mereka menjadi
bertambah cantik, bertambah berani, semakin dikasih, semakin manis, dan lain-lain menurut susuk yang dipakai.
- Susuk sama halnya seperti pada pusaka2 bertuah, yang dapat memberikan pengaruh tertentu kepada pemiliknya, sehingga memakai susuk kurang lebih sama seperti pada tuah kepemilikan pusaka.
- Dahulu, susuk kebanyakan dipakai putera-puteri bangsawan untuk meningkatkan pamor mereka pada kalangan tertentu. Sehingga awal pengetahuan susuk adalah hal yang sangat rahasia sekali untuk konsumsi exclusive.
- Susuk mampu menutup kekurangan pada tubuh kita tanpa merobah fisiknya. Bahkan dibuktikan sesuatu kelemahan penampilan organ tubuh yang misalnya cacat, malah dengan susuk dapat dibuat menjadi sangat menarik. Kekurangan berobah menjadi kelebihan.
- Susuk, mampu menimbulkan semangat kembali di kalangan suami isteri yang sudah tak bergairah, sehingga mampu mencegah perselingkuhan.
- Susuk mampu mengobati masalah frigiditas / rasa dingin dan hilang nafsu seksual pada seorang wanita.
- Susuk dengan cara tertentu juga mampu mengatasi masalah impotensi bagi pria
- Susuk juga mampu membuat penampilan kulit menjadi lebih elastis dan mencegah penuaan, keriput, dan kelemahan tulang.
- Peletakan susuk secara professional sama halnya seperti pada praktek akupuntur, yaitu sebagai support penyelarasan energi penyembuhan dan kekuatan kaitannya dengan pusat –pusat energi pada tubuh. Teknik susuk sebenarnya adalah subfokus dari pengetahuan tentang refleksi dan akupuntur.
- Disamping manfaat untuk kewibawaan, dan juga kesaktian/kekebalan, susuk mampu juga untuk membuka mata ketiga, sehingga dapat melihat hal-hal yang kasat mata.
Kelemahan
- Pemakai susuk terpaksa mematuhi pantang-larang tertentu. Jika terlanggar
pantangan, susuk itu akan keluar dengan sendirinya dan menjadi tawar.
- Susuk ini terpaksa dibuang, sebaiknya oleh yang memakaikan susuk, ataupun melalui cara yang di ajari.
Larangan
Antara makanan yang menjadi pantangan pemakai susuk (bergantung kepada jenis
susuk.)
• Labu air
• Pisang Tanduk
• Pisang emas
• Sate tusuk
• Jantung pisang.
• Dll, sesuai petunjuk yg memasang.
Antara perbuatan yang menjadi pantangan pemakai susuk (bergantung kepada jenis
susuk.)
• Melalui bawah tali jemuran pakaian
• Melalui di bawah tangga/rumah
• Melalui di bawah pohon kelor
• Di lempar bantal
• Minum air penawar.
Pemasangan Susuk.
Ada beberapa cara pemasangan susuk secara umumnya dan secara khusus
Pertama, dengan cara disusukkan / ditanam pada bagian tubuh tertentu.
Kedua, dengan cara di loloh, yakni ditelankan atau diminum.
Ketiga ada pula dengan cara gaib, yakni piranti2 susuk masuk secara gaib dan misterius kebagian tubuh yang diinginkan. Hal ini hanya dapat dilaksanakan oleh mereka2 yg telah mumpuni benar dalam bidang susuk. Praktek ini sudah mirip seperti melaksanakan santet.
Ke empat dengan cara dilamurkan / dilulurkan Hal ini ialah menggunakan sarana serbuk/ bubukan emas, intan, berlian, mutiara, dlsb.
Lokasi pemasangan Susuk.
- Diantara dua alis mata
- Pada pipi wajah
- Dagu/ sudut bibir
- Tengkuk
- Bawah dada kanan-kiri / payudara.
- Punggung kanan-kiri
- Pinggul kanan-kiri
- Lengan kanan-kiri
- Telapak tangan kanan-kiri
- Bawah pusar
- Kemaluan
- Paha kanan-kiri
- Betis kanan-kiri
Budaya Susuk
Selama ini kita mengenal budaya susuk hanyalah popular di tanah Jawa saja,
Padahal didaerah lainpun juga sangat mengenal budaya ini.
Susuk dikalangan suku melayu.
Etnis melayu dahulu, menggunakan susuk dari bahan rempah2 dan bunga2an
Suatu contoh yakni; merica, ketumbar, bawang, bunga kenanga, melati, mawar,dll
Bahkan kalangan suku melayu di Medan sangat mengenal dengan sarana pekasih susuk air emas, yang termasuk dari bagian susuk cair untuk lamuran.
Susuk di Kalimantan
Banyak rumah2 adat atau rumah-rumah kebesaran, tiang pasak rumahnya disusuk dengan menggunakan intan. Hal ini diyakini untuk menguatkan daya tahan rumah, dan menimbulkan kesan damai dan nyaman / sejuk pada penghuni rumah. Demikian juga dengan tempat2 perniagaan, kebanyakan disusuk emas pada lokasi pintu masuknya.
Susuk di Indonesia bagian timur
Kita pernah mendengar tentang mutiara hitam. Mutiara hitam ini jika dijadikan serbuk dan bubuk lalu ditelan, diyakini mampu untuk mengembalikan dan menaikkan kejantanan seorang laki-laki. Dengan kata lain sebagai sarana pengobatan impotensi atau lemah syahwat.
( sumber : ki sawung )
Share this Article on :
 

© Copyright Chiber's Stories 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.